Rabu, 20 Mei 2009
Sastra dan minat baca
Minat baca harus dimulai dari usia 6 s.d. 12 tahun. Pada masa itu siswa atau anak didik hendaknya dihadapkan pada bacaan-bacaan yang ringan sehingga mereka tidak merasa kesulitan untuk membaca. Minat baca seperti itu memperkuat ranah kognitif mereka. Di sinilah peranan bacaan yang berisi sastra. Sastra membawa siswa untuk membaca hal-hal yang ringan yang berada dalam kisah dan peristiwa. Sastra membantu minat baca.
Buku yang saya tulis
- Cermat berbahasa Indonesia untuk perguruan tinggi (co writer)
- Cita-Cita Luhur Supraba/S. Amran Tasai. 1997
- Bola Salju Di Hati Ibu (co writer)
- Cerita rakyat dari Jambi
- Hikayat Indra Maulana
- Sejarah Melayu
- Pandangan sastrawan A.A. Navis dan tanggapan kritikus terhadap karyanya
- Bahan penyuluhan sastra
- Telaah susastra Melayu Betawi
- Semangat nasionalisme dalam puisi sebelum kemerdekaan
- Citra manusia dalam novel Indonesia modern, 1920-1960
- Pintar Berbahasa Indonesia (disusun bersama D. Parera)
- Dua Angsaku yang Sakti
- Pola Malin Kundang di dalam Salah Asuhan
- Pembinaan Bahasa Indonesia (disusun bersama Drs. Abdul Rozak Zaidan, M.Hum.)
- Penyuntingan (bersama tim UT)
- Novel Sitti Nurbaya dan Sabai Nan Aluih
- Sastra Era Reformasi di Tengah Sastra Indonesia
- Kukuak Kekek (Novel Anak)
- Mambang Laut (Novel Anak)
Salam
Bahasa menunjukkan bangsa
Melalui blog ini saya ingin membantu memasyarakatkan penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar.
Semoga bermanfaat
S. Amran Tasai
Melalui blog ini saya ingin membantu memasyarakatkan penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar.
Semoga bermanfaat
S. Amran Tasai
Langganan:
Komentar (Atom)
Buku yang saya tulis
- Cermat berbahasa Indonesia untuk perguruan tinggi (co writer)
- Cita-Cita Luhur Supraba/S. Amran Tasai. 1997. vi, 71 hlm.; 21 cm.
- Bola Salju Di Hati Ibu (co writer)
- Cerita rakyat dari Jambi
- Hikayat Indra Maulana
- Sejarah Melayu
- Pandangan sastrawan A.A. Navis dan tanggapan kritikus terhadap karyanya
- Bahan penyuluhan sastra
- Telaah susastra Melayu Betawi
- Semangat nasionalisme dalam puisi sebelum kemerdekaan
- Citra manusia dalam novel Indonesia modern, 1920-1960