Rabu, 20 April 2022

Novel Atheis sebagai Cerita Berliput

 NOVEL ATHEIS SEBAGAI  CERITA LIPUTAN

 

Novel Atheis karya Achdiat K. Mihardja diterbitkan tahun 1949 oleh Balai Pustaka.

Hasan, seorang yang taat beragama (Islam). Karena cinta dan perdebatan yang berkepanjangan, terjadi kegoncangan jiwa. Kegoncangan itu disebabkan oleh ketiadaan keseimbangan antara hubungan horizotal dan vertikal dalam hidup manusia. Akhirnya, ia terpental keluar dari agama. Ia menjadi “atheis”.

Novel Atheis merupakan sebuah cerita berliput, yaitu cerita yang diceritakan oleh orang lain. Cerita berliput ini sangat indah dan mempunyai struktur yang istimewa. Keseluruhan cerita novel Atheis ini terdiri atas lima belas bagian, yaitu “Bagian Kesatu” hingga “Bagian Kelima Belas”.

Bagian Kesatu mengisahkan tentang Kartini yang dibimbing oleh Rusli dan saya yang sedang menangis karena Kartini ditinggal  mati suaminya, Hasan. Hasan ditembak oleh Kenpetai Jepang.

Bagian Kedua mengisahkan tentang saya bertemu dengan Hasan. Hasan menyerahkan naskah cerita tentang diri Hasai sendiri, semacam otobiografi. Hasan meminta agar saya membacanya untuk dikoreksi.

Bagian Ketiga berisi tentang kehidupan Hasan pada masa kecil. Ibu dan bapaknya taat beragama di Kampung Penyeredan di lereng Telaga Bodas. Ia mempunyai adik ankat yan bernama Fatimah.

Bagian Keempat berisi tentang Hasan bertemu dengan Rusli, temannya sekolah itu, dan Kartini yang cantik. Hasan mulai  tertarik denan Kartini, Katin itu mirip Rukmini, kekasih Hasan, yang suh meninggal. Kartin ternyata wanita modern yang berada partai komunis . Rusli sangat peokok. Kartini juga perokok. Rusli mempunyai panangan Marxist. Hasan berpikiran hendak mengislamkannya. Juga Kartini, tetapi gagal karena Rusli mempunyai cerita lain.

Bagian Kelima bercerita tentang Hasan sudah terpikat oleh bujukan Rusli. Ia sering ikut pertemuan kaum Marxist.

Bagian Keenam bercerita tentang Cinta Hasan kepada Kartini. Semua terlihat indah dan dia sering bersama-sama dengan Kartini. Dia sering berdua--duaan.Ia berkenalan dengan Anwar.

Bagian Ketujuh bercerita tentang Hasan menyertai perdebatan Bung Parto dengan Anwar. Dalam keterangannya, Bung Parto mengatakan bahwaTuhan tidak ada. Tuhan sama saja dengan teknik. Pikian Hasan terseret oleh perdebatan itu.

Bagian Kedelapan berbicara tentang hubungan Hasan dan Kartini semakin dekat. Kartini minta dipanggil Tin atau Tini saja. Sejak itu, mereka saling memanggil nama. Hasan sudah sangat cinta pada Kartini. Tampaknya, Hasan harus memilih untuk hidup seperti Kartini.

Bagian Kesembilan berbicara tentang ayah dan ibu Hasan tidak suka hubungan Hasan dengan Kartini; apalagi Hasan tidak lagi mempelajari agama. Hasan sudah ikut menjadi atheis, tidak percaya adanya Tuhan.

Bagian Kesepuluh berkisah tentang Hasan ingat kepada ibunya dan ayahnya yang tersayat-sayat hatinya karena kelakuan Hasan. Akan tetapi, Hasan tidak dapat berbuat apa-apa.

Bagian Kesebelas bercerita tentang penikahan Hasan dengan Kartini secara sederhana.

Bagian Kedua belas berbicara tentang  kekeruhan rumah tangga Hasan dan Kartini. Hal itu disebabkan oleh surat dari ibunya yang menyuruh Hasan menikah dengan Fatimah. Pecekcokan memuncak sehingga Kartini sering melarikan diri. Kartini pergi dengan Anwar. Setelah pulang, Kartini dipukul oleh Hasan. Kartini meninggalkan rumah. Hasan masih menunggu kepulangan Kartini. Tbc Hasan kambuh lagi.  Dia sudah tahu bahwa semua ini gara-gara Anwar, Hasan pingsan. Dia menghayalkan membunuh Anwar. Inilah akhir naskah Hasan yang dibacakan oleh saya, naskah yang diserahkan Hasan kepada saya

Bagian Ketiga Belas bercerita tentang Hasan kembali menemui saya. Kurus dan batu-batuk. Hasan meninggalkan saya. Setelah Hasan pergi, saya mencoba mendatangi tempat-tempat yang ada hubungannya dengan cerita Hasan itu. Lama saya tidak bertemu Hasan. Kabar Hasan ditangkap oleh kenpetai Jepang, tentu Hasan sudah meninggal.

Bagian Keempat Belas bercerita tentang Kartini yang hendak  diperkosa oleh Anwar di sebuah hotel. Akan tetapi, Kartini berhasil melarikan diri dari Anwar.

Bagian Kelima Belas berbicara tentang pasukan Jepang. Hasan masuk lubang  pelindung berdempet-dempet dengan orang banyak karena serangan udara Jepang dalam mempertahan elstensinya di Indonesia. Kemudian Hasan pergi ke hotel, Dia menemukan nama Anwar dan Ka rtini. Ia cemburu dan marah dengan amat dalam. Dia keluar dari hotel untuk mencari Anwar. Namun, bahaya udara Jepang sedang berpatroli. Orang-orang berteriak agar dia masuk ke lubang di bawah tanah. Hasan tidak peduli. Emosi dan kemarahannya kepada Anwar lebih basar daripada keselamatan jianya. Hasan lari. Demikianlah, Tembakan Jepang akhirnya menghentikan gerakan Hasan. Dia ditembak dengan dituduh mata-mata musuh.

Itulah novel Atheis karya Achdiat K. Mihardja. Novel ini sudah diterjemahkan ke dalam beberapa bahasa. Cerita ini termasuk ke dalam cerita berliput. Ada bagian liputannya, ada bagian inti. Bagian liputannya adalah Bagian Kesatu dan Bagian Kedua. Bagian Ketiga hingga Bagian Kedua Belas adalah inti cerita yang datang dari Hasan sendiri. Bagian Ketiga Belas merupakan bagian liputan cerita. Cerita bagian inti berjalan dari Bagian Empat Belas hingga Bagian Kelima belas. (S. Amran Tasai)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pengikut